Jumat, 11 Maret 2016

Penguatan Peran Keluarga dalam Pendidikan Anak

Keluarga adalah lingkungan pertama yang dikenal oleh anak dan keluarga adalah penentu keberhasilan seorang anak. Keluarga sangat menentukan kepribadian anak, apakah kelak dia akan menjadi anak baik(berprestasi, sosialisasi, dan sopan santun) atau malah , menjadi anak yang egois. Untuk mencerminkan itu semua dapat kita beri contoh; anak terlahir dari lingkungan  keluarga yang harmonis akan cenderung seimbang dalam menjalani proses sosial, sebaliknya anak yang terlahir dari keluarga yang broken home akan lebih cenderung gagal dalam proses sosial, seperti suka menyendiri,atau bahkan tidak sedikit anak yang lari dari keluarga kemudian mengkonsumsi narkoba. Adapun menurut Sugarda dalam bukunya Sosiologi Keluarga"keluarga adalah suatu kelompok yang terdiri dari dua orang atau lebih yang direkat oleh ikatan darah, perkawinan, atau adopsi serta tinggal bersama. Dari kutipan diatas dapat kita simpulkan bahwa keluarga itu terikat oleh garis keturunan yang memiliki hubungan darah. Dalam tulisan ini penulis menekankan kepada peran keluarga yang semakin memudar bersamaan dengan berkembangnya zaman era serba teknologi. Menurut Horton dan Hurt dalam Sugarda 2001:44 fungsi keluarga meliputi "fungsi pengaturan seksual, fungsi reproduksi, fungsi sosialisasi, fungsi afeksi, fungsi penentuan status, fungsi perlindungan, dan fungsi ekonomi. Adapun dari beberapa fungsi tersebut telah digantikan oleh orang lain, yaitu fungsi biologis, fungsi sosialisasi anak, dan fungsi afeksi. Fungsi yang sangat perlu diperhatikan oleh orang tua adalah fungsi sosialisasi anak jangan sampai fungsi ini diambil alih oleh orang lain. Karena anak sangat dengan mudah meniru tingkah laku orang yang berada disekekilingnya, dan hal yang perlu ditakutkan oleh orang tua adalah apakah yang ditiru oleh anaknya adalah hal yang positif atau bahkan negatif. Karena sosialisasi tersebut akan menjadi persiapan untuk memasuki usia dewasa agar anak dapat berperan positif di tengah-tengah masyarakat. Adapun salah satu cara untuk mengatasi kesalahan anak dalam sosialisasi orang tua harus menjadi rule model dalam keluarganya, seperti menjadi ibu, ayah, dan keluarga dipimpin oleh seorang lelaki yang dapat memberikan nafkah kepada keluarganya dengan begitu anak tidak akan kesulitan dalam mencari rule model dalam sosialisasi, studi mutakhir menyimpulkan bahwa alasan utama perbedaan prestasi intelektual anak adalah suasana dalam keluarga (Sugarda, 2001:46). Menurut kamus besar bahasa indonesia 1991:232,"pendidikan ialah proses pengubahan sikap dan tata laku seseorang atau kelompok orang dalam usaha mendewasakan manusia melalui upaya pengajaran dan pelatihan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar